Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis atau MBG akan dihentikan sementara selama masa Idul Fitri dan kebijakan ini berdampak pada penghematan anggaran hingga beberapa triliun rupiah.
Ia menjelaskan bahwa penghentian sementara tersebut sudah dilaporkan oleh pihak terkait dan menjadi salah satu langkah yang memberi ruang efisiensi dalam penggunaan anggaran negara.
"Ketua MBG sudah lapor kan ya? Katanya liburan akan diberhentikan katanya. Hemat lumayan berapa triliun. Dia bilang kan, saya udah baca juga tuh," kata Menkeu Purbaya ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
"Jadi yang liburan tidak akan keluar MBG-nya, itu hemat lumayan. Nanti pas itu jalan lagi biasa," tambahnya.
Kebijakan ini merujuk pada penjelasan Kepala Badan Gizi Nasional Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana yang sebelumnya menyebut program MBG diliburkan selama periode Idul Fitri dengan potensi penghematan anggaran sekitar Rp5 triliun.
Dalam keterangannya, penyaluran MBG ke sekolah dihentikan sejak pertengahan Maret 2026, sementara distribusi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dilakukan lebih awal sebelum akhirnya dihentikan sementara menjelang libur panjang.
Penyaluran program ini dijadwalkan kembali berjalan setelah periode libur berakhir pada akhir Maret 2026.
Selama jeda tersebut, tidak ada distribusi bantuan ke seluruh kelompok penerima baik peserta didik maupun non peserta didik dan penyaluran dilakukan lebih cepat sebagai pengganti sementara.
Menkeu juga menilai program MBG sebagai inisiatif yang bermanfaat karena menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, meski pelaksanaannya masih perlu terus dioptimalkan agar lebih efisien.
Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini juga tengah mendorong efisiensi anggaran di berbagai kementerian dan lembaga untuk menjaga defisit APBN tahun 2026 tetap berada di bawah tiga persen.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026